Traveling

Weekend Trip to Siem Reap, Cambodia

Akhir bulan April kita melakukan weekend trip ke Siem Reap, Cambodia dari Bangkok. Kali ini ala backpacker karena Sebastian dan saya cuma bawa ransel masing – masing dengan pakaian minimalis plus bekal 2 bungkus roti coklat favorit dari 7/11 (soalnya di Cambodia pake dollar, rhiel cuma untuk jadi uang kecil pengganti cent). Penerbangan dari Bangkok ke Siem Reap memakan waktu kurang lebih sejam saja, kalau dari Indonesia (cmiiw) penerbangannya cuma ada dari Jakarta itupun tidak setiap hari.

Kalau masih ingat sebulan yang lalu saya menulis tentang perpanjangan izin tinggal di Pattaya dengan cara pergi ke kantor imigrasi terdekat. Weekend trip ke Siem Reap, Cambodia kali ini sekalian memperpanjang izin tinggal kita untuk berlibur di Thailand 30 hari ke depan lagi. Jujur ingin sekali cobain jalur darat dari Bangkok ke Siem Reap naik bus semalaman, tapi karena waktu kita terbatas dan berbagai alasan lainnya kita kesana via udara. 

Weekend trip ke Siem Reap, Cambodia ini juga hadiah ulang tahun dari Sebastian buatku (terima kasih suamiku sayang ♥). Kalau dibaca-baca dan di Google bagaimana sejarah negara Cambodia itu seram banget, saya sampai merinding-merinding baca dan dengar ceritanya dari Sebastian (dia jago sejarah juga sama seperti Papa Mertua). 

Seperti biasa dokumen penting yang harus dipersiapkan untuk weekend trip ke Siem Reap, Cambodia adalah paspor. Beruntung sekali untuk kita pemegang paspor hijau Indonesia bebas masuk ke negara – negara ASEAN dari mulai Brunei Darussalam, Kamboja, Filipina, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapore, Vietnam dan Thailand selama 30 hari. Jadi waktu di pesawat saya hanya mengisi arrival/departure card dan custom form, kemudian setiba di bandara langsung menuju ke bagian imigrasi untuk sidik jari dan stempel paspor.

                     

Tapi untuk suami sebagai pemegang paspor Jerman ada tambahan mengisi form VOA dan setiba di bandara langsung ke bagian visa dan membayar USD 30 untuk masa tinggal 30 hari (kami sudah siapkan pas foto 4 x 6 sebanyak 1 lembar, kalau tidak ada harus bayar lagi). Mahal juga yah…padahal kita di Cambodia hanya 3 hari 2 malam saja, tapi tetap harus bayar untuk 30 hari. Form yang terakhir khusus untuk pemegang paspor selain paspor RI.

                                

Urusan imigrasi saat weekend trip ke Siem Reap, Cambodia selesai dalam waktu 15 menit saja. Bandaranya cantik, seperti masih baru melihat wajah – wajah petugasnya serasa di bandara di Indonesia, kecuali kalau sudah bicara terasa bedanya. Selanjutnya kita melanjutkan perjalanan ke penginapan dengan tuk – tuk, alat transportasi paling umum dan murah di Cambodia. Kita menginap di Angkor Breeze Central Villa, kurang lebih 20 menit dari bandara dengan biaya USD 7 naik tuk – tuk. 

               

Sesampainya di penginapan, kita langsung booking mini tour Angkor Thom untuk besok pagi. Untuk weekend trip ke Siem Reap, Cambodia kali ini kita sengaja memilih mini tour (Sunrise tour) dengan biaya USD 20 belum termasuk biaya Angkor Pass, jadi hanya 5 candi dan beberapa danau dan hutan yang akan kita kunjungi dari jam 5 – 14 besok. Pemilik penginapan sempat menawarkan Sunset tour dengan biaya USD 30 untuk sore itu, cuma kita berdua udah beneran capek sekali khususnya saya karena sama sekali nggak tidur (kebiasaan buruk kalau mau travelling ke negara yang baru), jadi kita tolak. Langung tidur pulas dari jam 15 sampai jam 19 malam kamarnya nyaman sekali, spring bed nya juga masih baru  😀 

Malamnya kita berburu makanan, tidak jauh – jauh hanya 100 meter dari penginapan kita ada cafe sekaligus bar dan restaurant yang Jumat malam itu ada special offer semua menu makanan tapas dan minuman cocktails seharga USD 1,25 saja per porsi/gelas. Jadilah kita hemat air putih di weekend trip ke Siem Reap, Cambodia kali ini  😆 hanya hari Jumat malam saja murah, hari Sabtu sampai Kamis mahal! 

                         

Minumannya beneran enak dan murah bahkan kalau dibandingkan dengan cocktails di Pattaya yang saat itu sekitar 60 THB per gelasnya. Kalau makanannya standar saja, namanya juga masih seputara Asia, itu 2 contoh dari 6 menu yang kita pesan, ada kangkung tumis pakai ikan dan sate, rasanya campur seperti masakan Thai, Viet dan Indo. Antara kenyang dan masih lapar karena malam itu lumayan dingin sehabis hujan, kita lanjut ke sebuah mall yang juga dekat dengan lokasi penginapan kita sempat singgah ke Swensens beli menu favorit karena lagi – lagi harganya lebih murah disini dibandingkan di Bangkok.

Selain itu kita sempat masuk ke mini marketnya cuci mata dengan produk-produk yang dijual di negara ini. Menurut kita lihat- lihat ke mini market/mall merupakan salah satu cara mempelajari budaya suatu negara juga. Kemudian kita lanjut jalan kaki ke Pub Street, kawasan hiburan malam yang cukup terkenal di Siem Reap dengan berbagai jenis bar, restaurant, cocktails truck dan massage area yang sangat ramai dan full musik! Kita sempat cobain Cambodian massage yang memang enak banget, sekitar USD 6 untuk 1 jam, alibi sekalian berlindung karena tiba – tiba hujan gerimis.

              

Walau tidur di weekend trip ke Siem Reap, Cambodia ini singkat sekali cuma 2 jam, sebab jam 5 pagi kita sudah harus di lobby untuk berangkat ke Angkor Thom naik tuk – tuk tapi semangat tetap menyala. Di perjalanan yang memakan waktu sekitar 40 menit, kita sudah firasat sepertinya sunrise nanti tidak terlalu kelihatan, karena langit pagi itu berawan bahkan mendung. Harap – harap cemas semoga tidak hujan dan ternyata memang tidak, langit bersahabat berawan sampai siang hari kita selesai.

Setelah stop di areal pembelian tiket, nggak nyangka sepagi itu sudah rame sekali, kelihatan antusiasnya para turis untuk melihat salah satu World Heritage dan juga lokasi shooting Tomb Raider dan Mortal Combat. Setelah membeli tiket seharga USD 37/orang untuk one day pass (kalau seminggu jadi lebih murah jatuhnya) kita melanjutkan perjalanan ke lokasi Angkor Thom, dengan tiket yang selalu stand by di kantong karena di perjalanan akan ada pos pemeriksaan tiket, begitu juga setiap memasuki candi.

Memasuki areal Angkor Wat ternyata sudah ada yang lebih pagi mendahului kita untuk berburu sunrise lengkap dengan peralatan pemotretannya hehehe. Tapi yang memang pagi itu matahari memang malu-malu menyapa kami, jadi kita memutuskan langsung masuk ke kawasan yang pertama Angkor Wat (the largest religious monument in the world, only 35 years to be built), disusul dengan Ta Prohm (the temple in the Tomb Raider movie), Ta Nei (located offroad, deeply, quietly and peacefully in the jungle), Bayon (the state temple and temple mountain of Buddhist King, in the middle of Angkor Thom), Baphuon (the tallest pyramidal temple closed 27 years for restoration by French) dan beberapa tempat menarik yang namanya saya lupa sangking banyaknya dalam kurun waktu kurang lebih  7 – 8 jam. Candi-candi yang berusia ratusan tahun ini tampak indah bersembunyi di dalam hutan, meskipun beberapa candi tampak rubuh karena termakan waktu, ataupun tertimpa pohon yang tumbang.

Pohon untuk shooting Tomb Raider, disini Angelina Jolie beraksi (di areal Ta Prohm Temple)
Bayon Temple – Prasat Bayon
From the top of Baphuon Temple
Scene di Mortal Kombat

Sayangnya kali ini cuma weekend trip ke Siem Reap, Cambodia jadi memang singkat sekali hanya 2 hari 3 malam saja waktu kita disini. Selepas mini tour temples di Angkor Thom kerasa sekali letihnya, syukurnya cuaca siang itu bersahabat, tidak hujan dan tidak panas tetapi sampai Bangkok kita tersadar tetap menghitam  😆 Sepertinya pengaruh manjat-manjat candi dan eksplor hutan. Malamnya kita sempatin lagi main ke Pub Street (ketagihan). Untuk saya yang pertama kali ke Siem Reap (Sebastian sudah kali ke dua), semuanya benar-benar membuat saya terkagum-kagum, semoga ada rejeki beberapa tahun lagi bisa traveling ke Cambodia lagi, eksplor candi-candi yang banyak, lalu ke Phnom Penh juga.

Tertarik liburan ke Cambodia? Boleh komentar disini dan tanya-tanya juga boleh…

Have a good time ♥

 

11 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *