Menabung atau Arisan

Sengaja bahas topik ini “Menabung atau Arisan karena kebetulan lagi heboh (lagi) di sosial media penggelapan uang arisan online (baca arisol) di Medan. Nggak sengaja baca beritanya di timeline karena kebetulan beberapa teman share. Awalnya bingung…apa itu arisol? Ternyata akronim dari arisan online.

Karena jaman sudah serba online, bukan hanya perbankan saja yang online, arisan juga ternyata (baca arisol). Idenya boleh juga…tapi yakin aman? yakin terpercaya? yakin bla bla bla…

Terakhir ikut arisan tahun 2015, itu juga ikutan nimbrung sama arisan Mami di perkumpulan ibu-ibu Gereja. Sampai 2 tahun ikut dan aman, meski akhirnya untuk nomor-nomor belakang anggota arisan banyak yang telat dapat arisannya. Lagu lama, nomor yang sudah narik duluan lupa transfer atau juga tetiba kepepet. Tapi semua happy ending, 20 anggota dapat semua dan ketua sangat bertanggung jawab. Belum jaman arisol.

Sebelumnya…sebelumnya juga dengan teman-teman seprofesi ada arisan, tidak banyak tapi cukup sangat membantu untuk keperluan urgent anggota (versi bisa request kapan narik arisan). Jujur saya suka model arisan seperti ini, intinya untuk serikat tolong menolong antar anggota yang memang sudah kenal dekat. Dan belum juga jaman arisol.

Dibalik arisan-arisan itu yah tetap saja punya tabungan wajib. Bukankah waktu kecil kita belajar tentang menabung? Masih ingatkan sedikit demi sedikit lama – lama menjadi bukit. Sampai sekarang saya masih terapkan celengan koin loh, hobby dari kecil. Sempat juga buat celengan uang kertas cantik sebelum berangkat ke Jerman. Dikumpul-kumpul setahun, eh dapat beli tiket PP Medan-Bali yang tidak jadi dipakai karena ketemu suami (ehh…curcol ). Jadi walau tak ada arisan, tetap punya pundi-pundi pribadi (pesan Mami). 

Arisan online, arisol saya baru tahu beberapa bulan ini. Jadi sebelum kasus wanita muda dari Medan ini, sebulan yang lalu saya juga baca kasus yang sama. Wanita muda juga kebetulan menikah dengan warga negara asing di Australia mereka tinggal, kasus sama arisol juga, yang jadi korban warga negara Indonesia yang berkeluarga disana, yang banting tulang di negara orang. Iba sekali ketika melihat foto-fotonya tersebar di banyak media sosial beserta anak dan suami karena kasus kriminal kasihan…kenapa mau mencemarkan nama baik keluarga hanya karena “uang” yang notabene milik orang lain ).  

Yang menarik, rata-rata anggotanya percaya karena penampilan “ketua arisol” ini dengan bergelimang emas dari ujung rambut sampai ujung kaki, make up, tas bermerk, bermobil dan suami warga negara asing (ini untuk kasus yang di Australia ). Well, don’t judge the book by its cover. It’s old saying but it’s the truth, dear. Zaman sekarang penipu  yang membawa-bawa nama Tuhan saja banyak. Jadi jangan percaya dengan rupa dan tutur kata, waspada dan bijaklah dalam bergaul.

Menabunglah dengan bijak, di celengan misalnya, di bank dalam bentuk tabungan biasa, deposito atau valuta asing, dalam bentuk emas perhiasan juga boleh tapi please jangan arisol lagi. Kalau yang terlanjur yah semoga aman-aman. Kalau yang belum yah bagus.

Kalau yang tinggal di luar negeri, menabung di bank, cari yang sesuai. Kalau bank biasa banyak potongan, pakai bank online, untuk yang di Jerman saya rekomendasi pakai DKB atau comdirect karena bebas biaya bulanan, bebas biaya tarik tunai di luar negeri juga bahkan dapat cash back 50€ (boleh tanya-tanya ke saya info lebih lanjut *bukan marketing hanya membantu teman-teman setanah air). 

Biarlah sedikit yang penting aman, kalau sudah ingin sekali membeli sesuatu, lihat lagi kemampuan (cek kantong), kalau belum cukup tahan dulu, tunggu diskon. Kalau belum cukup juga bersabar, ganti merk atau secondhand juga bisa jadi pilihan. Lah iyah, tidak semua yang kita lihat, yang kita ingin harus kita miliki. Rajinlah menabung sedari muda, jadikan itu kebiasaan yang baik dalam hidupmu sampai menikah dan sampai tua. 

Bang bing bung yok kita nabung

tang ting tung hey…jangan dihitung

Tahu-tahu kita nanti dapat untung

(masih ingatkan lagunya? ini liriknya bagus sekali loh, mendidik! Gak ada loh lagu judulnya arisan yok.)

Buat teman-teman yang kebetulan membuat arisol dalam bentuk apapun, tetaplah menjalankan amanah dengan baik. Tulisan ini murni ungkapan hati saya, dan saya yakin masih banyak orang jujur di bumi ini. Tetap semangat dengan niat baiknya yah!

Nah kalau kamu pilih mana, menabung atau arisan? Kalau saya menabung tetep, arisan…pikir-pikir lagi deh apalagi arisol. 😀 

 

2 thoughts on “Menabung atau Arisan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *